"PERMATAKU YANG HILANG"
Seandainya hatiku bisa berbicara mungkin aku tidak akan merasakan kegelisahan...
dalam diam aku mengagumimu, mungkin disuatu sisi kamu tidak akan pernah tahu bahwa aku mengagumimu dari sejak pertama aku melihatmu
dunia ini terasa hampa bahkan terasa sepi, dari mana aku harus mulai lagi.
sedangkan aku tidak pernah ketemu dengannya, munngkin inilah yang namanya neokolim cinta.
tanpa kusadari kamu juga menyukaiku.
bahakan melebihi itu.
semua penuh dengan kegengsian, kita ini sama-sama keras bahkan tidak ada seorang pun yang bisa mempersatukan kita.
Dulu hati ini terasa senang bisa melihatmu, bisa menghubungimu, bisa main kerumahmu, bisa bercanda denganmu.
tapi sekarang telah hilang, kini yang ada hanyalah kenangan,.
didepan rumahmu diatas batu pilar itu, dulu tempat duduk aku ketika aku berkunjung kerumahmu
mungkin sekarang batu pilar itu menjadi saksi bisu.
Dulu waktu dirimu mengajaki aku dalam suatu pertemuan yang telah ditentukann olehmu..
disaat itu dirimu berkata bahwa "ada yang mau dibicarakan"
disaat mendengar perkataan dari lisanmu saat itu, hati ini tersa senang, bahkan bahagia.
namun senang itu hanya sesaat,, pertemuan itu gagal.
jujur aku menyesali kejadian itu, tapi aku mulai mau menjelaskannya,
ketika itu selama tiga hari semua lepas kontek, tidak ada kabar, bahkan saya mencoba menghubungi lewat telpon, tetapi tidak pernah di angkat, aku sms tetapi tidak dibalasnya.
disaat itu aku berfikir mungkin aku salah, tapi kalau misalnya aku salah.
apa kesalahanku?
dan waktu itu, aku langsung sms lagi...
saya : Assalamualaikum...
dia : walaikum salam
saya : kamu apa kabar?
dia : Allhamdulilah baik
saya : kamu kenapa sms aku tidak pernah kamu bales
dia : gapapa
saya : oiyah, btw kita bisa ketemu ngga?
dia : ngga bisa
saya : kenapa, kok ngga bisa?
dia : nggapapa
saya : kamu marah sama aku?"
dia : ngga
saya : iyaudah kalau misalnya aku salah, maafin aku, tapi kita ketmu lagi bisa ngga?
dia : ngga bisa
saya : plis nanti malem aku kerumahmu, yah....
dia : iyaudah terserah
Ketika malam itu aku tiba dirumahnya.
dan kamu pun menemuiku, disaat itu aku lihat kau menangis.
dan aku tanya kenapa kamu menangis, kamu jawab nggapapa?
kamu jangan bohong? iyah aku ngga bohong.
oiyah, waktu kamu ajak aku ketemuan, katanya mau ngomong, emang mau ngomong apa?
dia menjawab, ngga jadi?
Jujur pas aku mendengar kata "ngga jadi" aku mulai merasakan dek-dekan dan dikit demi sedikit terasa sakit,
sesudah itu ada orang ketiga, yang aku ibaratkan orang ketiga itu bulan.
dan aku bumi dan kamu matahari.
matahari yang selalu menyinari bumi ini, semenjak kedatangan bulan semua jadi gelap karena terjadinya Gerhana.
Mungkin ini yang aku rasakan saat ini,...
Kamu yang dulu aku anggap PERMATA, kini hilang.
Entah kemana aku harus mencarinya lagi
Permataku Yang Hilang
Solear, 16 Januari 2017
From. Ahmad-Ahmadan

4 komentar:
Astaghfirullah, kagak lah, ini realita saya
Bagus bro. Trrus kan..
Posting Komentar